KB
Zodiak dan Shio
Mengetahui Zodiak dan Shio Anda
This script by
Selasa, 28 Februari 2012
Selasa, 22 November 2011
Citra Tubuh Pada Manusia
Oleh : Arianto
Citra tubuh yang merupakan bagian dari konsep diri yang berkaitan dengan sifat fisik dibentuk oleh banyak factor, menurut Arianto (2008) faktor – faktor tersebut antara lain :
1) Penilaian atau komentar orang lain
Reaksi atau pandangan dari orang lain yang memiliki arti bagi individu (significant other). Misalnya orang tua, teman, dan lain – lain, akan mempengaruhi citra tubuh yang dimiliki individu tersebut. Dalam hal ini, misalnya pandangan teman - teman terhadap individu sebagai seorang yang gemuk, langsing, cantik, seksi, dan sebagainya.
2) Pembandingan dengan orang lain
Citra tubuh yang terbentuk sangat tergantung pada bagaimana cara individu membandingkan dirinya dengan orang lain, biasanya pada orang – orang yang hamper serupa dengan dirinya. Misalnya, individu yang sering kali membandingkan dirinya dengan saudaranya yang lebih menarik penampilannya secara terus menerus akan mengalami suatu kondisi dimana ia menganggap dirinya tidak memiliki daya tarik fisik.
3) Peran seseorang
Setiap orang memainkan peran yang berbeda – beda. Didalam setiap peran tersebut, individu diharapkan akan bertindak sesuai dengan tuntutan dari perannya masing – masing. Individu yang berprofesi sebagai fotomodel atau guru akan memiliki tuntutan yang berbeda dalam hal penampilan. Akibatnya, jika terjadi gangguan pada kondisi fisik, akan timbul efek yang berbeda terhadap citra tubuh yang dimiliki individu. Misalnya, kenaikan berat badan akan terasa lebih mengganggu citra tubuh seorang fotomodel daripada seorang guru. Jadi, tampak bahwa harapan dan pengalaman yang berkaitan dengan perannya akan mempengaruhi citra tubuh yang dimilikinya.
4) Identifikasi terhadap orang lain
Individu yang mengagumi satu tokoh yang dianggapnya ideal seringkali menirunya seperti cara berdandan, cara berpakaian, potongan rambut, dan lain – lain. Dengan demikian, ia merasa telah memiliki beberapa cirri dari tokoh yang dikaguminya.
Citra tubuh yang merupakan cara pandang mempunyai 2 komponen cara berpikir, yaitu cara berpikir positif dan cara berpikir negatif.
1) Citra tubuh positif
Ketika kita memiliki gambaran mental yang akurat dan benar tentang tubuh kita, beserta perasaan, pengukuran, dan hubungan kita dengan tubuh kita sendiri secara positif, percaya diri, dan peduli pada tubuh kita, kita mungkin memiliki citra tubuh yang sehat dan konsep diri yang positif. Terdapat komponen – komponen besar dari citra tubuh yang sehat yang merupakan akses menuju kepedulian pada tubuh sendiri, pengekspresian diri, pengembangan kepercayaan diri dalam kapasitas dan kemampuan fisik seseorang, serta pengembangan konsep diri positif.
Komponen – komponen citra tubuh positif :
(1) Kepedulian diri (self care)
Aktivitas yangyang tidak melebihi kondisi tubuh, kemampuan untuk beristirahat dan bersantai, perhatian pada persoalan kesehatan, berpakaian sesuai dengan ukuran tubuh dan pilihan mengkonsumsi makanan yang sehat.
(2) Pengekspresian diri (self expression)
Penegasan citra diri yang positif, kebebasan sehubungan dengan pengekspresian sensualitas dan seksualitas yang pantas, pengekspresian diri yang kreatif seperti menulis, melukis, musik, dan menari.
(3) Kepercayan diri (self confidence)
Pertahanan diri, kekuasaan dan kekuatan diri, perlawanan pada pesan dan citra negatif, kepercayaan pada kemampuan tertentu tubuh kita.
(4) Konsep diri (self concept)
Kesadaran diri, nilai dan penerimaan diri dan perlawanan terhadap pesan negatif dari lingkungan.
2) Citra tubuh negatif
Dari berbagai permasalahan body image, yang paling umum adalah masalah ketidakpuasan terhadap sosok tubuh (body dissatisfaction) dan distori citra tubuh, ketikpuasan berarti ketidaksukaan individu terhadap tubuhnya atau bagian – bagian tubuh tertentu. Besarnya kesenjangan antara citra tubuh ideal dengan citra tubuh nyata merupakan indicator adanya ketidakpuasan terhadap sosok tubuh. Distori body image adalah ketidakmampuan seseorang dalam menilai ukuran tubuh secara akurat, akibat kesenjangan antara keadaan tubuh nyata dan keadaan tubuh yang ada dalam pikiran seseorang.
Banyak studi melaporkan bahwa perempuan dengan citra tubuh negatif memiliki penghargaan diri yang rendah. Para psikolog dan konselor menyetujui bahwa citra tubuh negatif terkait langsung dengan self esteem, semakin negatif persepsi kita tentang tubuh kita, semakin negatif perasaan kita tentang diri kita. Citra tubuh mempengaruhi perilaku, self esteem, dan keadaan psikologis kita. Jika kita terus menerus berusaha memperbaiki bentuk tubuh kita, perasaan kita tentang diri kita menjadi kurang sehat, karena kita menjadi kehilangan kepercayaan diri akan kemampuan kita (Arianto, 2008).
3) Reaksi adanya gangguan citra tubuh
Menurut Arianto (2008) reaksi gambaran diri di bawah ini mempengaruhi gambaran diri seseorang :
(1) Menolak untuk menyentuh atau melihat bagian tubuh
(2) Menolak untuk melihat bagian tubuh dicermin
(3) Enggan untuk menerima usaha rehabilitasi
(4) Menolak untuk berpartisipasi dan perawatan dirinya (mengabaikan diri)
(5) Manifestasi fisik
(6) Menolak penjelasan perubahan tubuh
(7) Persepsi negatif pada tubuh
(8) Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang
(9) Mengungkapkan keputusasaan
(10) Mengungkapkan ketakutan
Langganan:
Postingan (Atom)